-->

Wednesday, December 28, 2016

Tentang Lelaki yang Patah Hati

Bagaimana kalau ternyata orang yang dengan sungguh kamu cintai, kekasih yang dengan sepenuh hati kamu jaga, memilih seseorang yang lain untuk dia cintai dengan diam-diam?

Kepedihan telah membawa jari-jarinya mengepal dinding berbatu terjal. Ia gantungkan rasa perih itu pada tali penyangga. Tidak ada lagi yang ia takutkan. Bahkan rasa takut kehilangan kini menjelma keberanian untuk menghadapi apa pun. Baginya, cinta pernah datang kemudian menusuk mati segala harapan. Cinta membawa luka yang tidak pernah ia bayangkan. Terlalu dalam dan kejam. Dengan berlari sejauh mungkin, ia berharap bisa membawa pedih hatinya pergi. Meski ia tahu lari dari kenyataan bukanlah hal yang akan mengobati. Namun, bertahan dengan rasa sakit di tempat yang sama, melihat orang yang sama, seseorang yang tidak lagi memiliki perasaan yang sama kepadamu, hanya akan menimbulkan sesak dan rasa pilu.
Lelaki itu pernah begitu dalam mencintai. Menyerahkan seluruh perasaannya. Menanam harapan setinggi mungkin. Menciptakan rencana-rencana baik untuk masa depan. Namun, tidak dengan kekasihnya. Perempuan itu menyudahi sendiri. Mengatur rencana tanpa ia sadar, sudah tertusuk saja dadanya. Tak berdarah, tetapi hampir menghilangkan waras. Tak berbekas, namun menyesakan napas.
Elya Rahma, begitu ia memanggilnya. Gadis 21 tahun berambut lurus dengan kulit bersih. Memiliki tinggi 166 cm. Dengan senyuman yang tak akan pernah mengisyarat kalau dia mampu mematahkan hati lelaki. Kenyataannya tidak seperti itu. Tidak semua bunga yang indah menawarkan madu, ada yang menyimpan racun. Membunuh perlahan. Menikam dengan pelan. Lelaki itu terluka. Terlalu dalam. Luka yang kini mengantarkannya bergelantungan di tebing batu granit terjal. Batu-batu penghilang rasa sakit dengan cara yang menyakitkan.
------------
Penggalan cerita dari Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi: [TEASER].






 

Delivered by FeedBurner